Dari Taman Tepi Air Terjun Hingga Fosil Manusia Purba

Kabupaten Ngawi terletak di wilayah barat provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah. Wilayah Kabupaten Ngawi adalah 1.298,58 km2, dimana sekitar 40 persen atau sekitar 506,6 km2 adalah daerah mingguan. Kata Ngawi berasal dari kata awi, bahasa Jawa kuno, yang berarti bambu. Lalu dia mendapat kata imbuhan sehingga dia menjadi Ngawi. Sebelumnya ada banyak pohon bambu di Ngawi. Ngawi menunjukkan tempat di tepi Bengawan Solo yang tumbuh dengan bambu.

Makanan otentik Ngawi adalah Tepo Tahu dan kemudian Wedang Cemue. karena rasanya yang enak, banyak tempat lain mengklaim bahwa cemu berasal dari daerah tersebut, tetapi makam itu benar-benar asli untuk kota Ngawi. Sate ayam Ngawi juga memiliki rasa yang berbeda dari sate ayam daerah lain. Kabupaten Ngawi dilintasi oleh jalur utama Surabaya-Yogyakarta dan menjadi pintu gerbang utama ke Jawa Timur di jalur selatan. Kabupaten ini juga dilintasi oleh kereta api Jakarta-Yogyakarta-Bandung, tetapi tidak melewati ibukota kabupaten. Stasiun kereta berada di Geneng.

Benteng Van Den Bosch
Benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal dengan benteng Pendem adalah benteng di Ngawi. Lokasi objek wisata Ngawi sangat strategis karena hanya ada di sekitarnya. 1 km sebelah timur laut dari kantor pemerintah Ngawi, tepat di jalan Untung Suropati. Keunikan benteng Van Den Bosch tampak seperti terkubur. Ini karena memang sengaja dibangun lebih rendah dari tanah di sekitarnya. Pada abad ke-19, sebelum benteng dibangun, tempat ini adalah pusat pertahanan Belanda selama perang Diponegoro. Juga merupakan pusat perdagangan di Jawa Timur.

Bukit Kerek Indah
Bukit Kerek Indah, juga dikenal sebagai Jembatan Selfie Desa Kerek, adalah tempat selfie terbaik di Kabupaten Ngawi. Pengunjung ke lokasi wisata Ngawi ini dapat melihat hutan tropis yang luas dikombinasikan dengan Liukan dari Sungai Bengawan Solo di belakangnya. Resor wisata di Ngawi ini dimulai ketika pemuda desa setempat bermain di atas bukit. Kemudian tangkap pemandangan lereng dengan selfie dan unggah ke media sosial. Pemandangan yang tidak biasa di kota Ngawi ini berhasil menarik minat pengunjung untuk datang ke tempat wisata ini hanya untuk selfie. Dalam mewujudkan potensi yang ada, masyarakat menciptakan kemitraan. Beberapa dari mereka adalah dalam bentuk ayunan, saya menulis cinta Anda, cinta, jembatan kayu, tanda-tanda dengan kata humor dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *